Sabtu, 13 Agustus 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI



1. AKUNTANSI DAN PERKEMBANGANNYA

           Ilmu pengetahuan pada akhir-akhir ini terus mengalami perkembangan yang sangat cepat dan semakin menuntut adanya kecanggihan informasi , termasuk didalamnya adalah ilmu akuntansi. Akuntansi sebenarnya sudah dikenal oleh masyarakat sejak manusia menggunakan uang/ bahan/alat untuk dapat dijadikan sebagai alat pembayarannya. Pencatatan paling tertua yang bisa kita temukan mengenai keluar masuknya uang serta perhitungan utang piutang dan sebagainya telah dilakukan dengan menggunakan potongan-potongan tanah liat. Dimana potongan tanah liat tersebut telah dipraktekkan sejak lama ,dan hal tersebut dapat ditemukan pada kebiasan masyarakat Babylonia tahun 3606 atau  sekitar 3600 SM ,dalam melakukan kegiatan tukar-menukar barang dengan uang/alat tukar. Dari pencatatan dengan menggunakan tanah liat kemudian pencatatan terus mengalami perkembangan lagi dengan menggunakan alat tukar daun lontar.Pencatatan dengan daun lontar ini kemudian dapat juga kita temukan pada kebiasaan masyarakat Mesir yang ketika itu masih berada dalam penjajahan bangsa Kerajaan Kristen Romawi dan juga pada masyarakat Yunani kuno juga terdapat hal yang demikian.
     Mengingat betapa sulitnya penggunaan angka Romawi dalam kegiatan pencatatan akuntansi , maka kemudian bangsa Romawi dalam pencatatan kegiatan akuntansi nya menggunakan angka desimal arab. Akuntansi yang menggunakan angka-angka Arab kemudian berkembang pesat di Italia/venesia sekitar pada abad 15. 

   Ada 3 peristiwa penting yang berkaitan dengan sejarah perkembangan Akuntansi yaitu antara lain :
  • Pada tahun 1494 Seorang Rahib franciscan dan ahli matematika yang bernama Luca Pacioli mengarang sebuah buku yang berjudul " Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita "  Buku ini juga mengajarkan akuntansi yang sedikit dibahas dalam bab yang berjudul " Tractus de Computis et Scriptoris " dalam bab ini penulis mencoba mengenalkan sedikit tentang sistem pembukuan berpasangan  ( double entry ) yang biasa kita kenal dengan sistem kontinental. Kemudian Luca Pacioli bekerja sama dengan Leonardo da Vinci dimana luca pacioli mengerjakan naskah tulisannya sedangkan Leonardo da Vinci mengerjakan diagram-diagramnya.  Sistem Kontinental adalah pencatatan semua transaksi ke dalam dua bagian ( double entry ) yaitu debet dan kredit. Kemudian kedua bagian tersebut diatur sedemikian rupa sehingga selalu seimbang. Cara ini menghasilkan pembukuan yang sistematis dan laporan keuangan yang terpadu. Buku ini merupakan titik tolak dari perkembangan akuntansi sebagai suatu  disiplin ilmu sehingga buku -buku yang terbit kemudian sangat dipengaruhi oleh buku tersebut. Dengan tulisan buku ini maka Luca Pacioli dikenal sebagai Bapak Akuntansi.
  • Pada pertengahan abad ke 18 sampai ke  19 terjadi Revolusi industri di Inggris sehingga mendorong terhadap terjadi perkembangan akuntansi.secara cepat, karena para manajer pabrikan ingin segera mengetahui dengan cepat berapa biaya produksinya. Dengan mengetahui berapa besarnya biaya produksi , mereka juga sekaligus dapat mengawasi tentang efektifitas bagaimana jalannya proses produksi sehingga dapat menetapkan berapa harga jual yang akan dibebankan terhadap hasil produksinya
  • Revolusi industri akan menciptakan suatu permintaan modal yang besar untuk membangun pabrik dan membeli mesin-mesin pabrik. Hal ini pula yang menyebabkan kesadaran para pemilik /pengelola perusahaan untuk membangun suatu organisasi ( the corporate from of organization ) . Dari bentuk organisasi ini kemudian memunculkan para pemegang saham ( stockholders ) baru, dimana mereka sangat membutuhkan informasi penting mengenai seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan. Maka mereka mengandalkan laporan akuntansi untuk mengevaluasi kinerja para manejernya.Hal ini pula yang mendorong terhadap perkembangan penggunaan akuntansi sebagai suatu informasi penting bagi para pemakainya. 
         Sementara itu menurut Professor Robert Stelling seorang ahli akuntansi dari Amerika, beliau membagi perkembangan akuntansi menjadi 3 tahapan yaitu antara lain:

a. Tahap pertama
    Pada tahap pertama ini scope perusahaan relatif masih kecil, sehingga para pemiliknya sekaligus menjadi manajer perusahaan, maka segala pencatatan mengenai perusahaan dapat mereka kerjakan sendiri.
b. Tahap kedua
    Perusahaan yang dikelola kemudian sudah semakin besar, sehingga semua pengurusan dalam perusahaan sudah tidak mungkin lagi dikerjakan sendiri oleh pemiliknya, maka pada tahapan ini pencatatan akuntansi perusahaan mulai diserahkan ke orang lain yang mengerti tentang akuntansi.
c. Tahap ketiga
    Pada tahapan ini sudah terjadi pemisahan yang jelas dan tegas antara pemilik dan perusahaan.Pencatatan akuntansinya pun sudah menuntut berkembang, sehingga timbul kebutuhan akan pertanggung jawaban pengelola perusahaan kepada para pemilik modal. Akhirnya dinamika mengenai laporan pertanggung jawaban tersebut dikenal sekarang sebagai laporan keuangan.


2. Perkembangan akuntansi di Indonesia

               Perkembangan akuntansi di Indonesia pada mulanya menganut Sistem Kontinental,  sama seperti yang dipakai oleh kerajaan Belanda. Sistem Kontinental ini yang kemudian disebut juga sebagai Tata Buku atau Pembukuan.

Ada perbedaan antara Tata buku dengan Akuntansi perbedaan tersebut terletak pada :
  • Tata Buku           : menyangkut kegiatan-kegiatan yang yang bersifat konstruktif dari proses akuntansi, seperti pencatatan, peringkasan, penggolongan, dan aktivitas lain yang bertujuan untuk menciptakan informasi akuntansi yang berdasarkan pada data.
  • Akuntansi           : menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dan analitikal, seperti kegiatan analisis dan interpretasi yang berdasarkan pada informasi akuntansi.
            Dengan demikian maka Tata buku atau yang biasa dikenal dengan istilah Pembukuan sebenarnya adalah merupakan salah satu dari bagian dari Akuntansi. Dalam perkembangan berikutnya, penggunaan Tata buku semakin banyak ditinggalkan para pemakai akuntansi seiring dengan perkembangan ekonomi negara-negara dan banyaknya tuntutan masyarakat dunia usaha atasa penyediaan informasi yang cepat, tepat dan akurat, maka di Indonesia atau orang kemudian mulai beralih dengan menggunakan atau mulai menerapkan Sistem akuntansi Anglo Saxon .

Pesatnya penggunaan Sistem Anglo Saxon ini di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal antara lain :

  • Adanya penanaman modal asing ( PMA ) di Indonesia semakin banyak menimbulkan dampak postitif terhadap perkembangan akuntansi, seperti beralihnya sistem akuntansi yang sebelumnya menggunakan sistem tata buku ( Sistem Kontinental ) kini beralih ke Sistem Anglo Saxon . Perkembangan ini terjadi karena sebagian besar PMA menggunakan sistem akuntansi Amerika Serikat ( Anglo Saxon ).
  • Hampir sebagian besar mereka yang aktif dan berperan dalam kegiatan pengembangan akuntansi di Indonesia, mereka pada umumnya telah menempuh pendidikan nya di Amerika Serikat., kemudian mereka menerapkan ilmunya di Indonesia. Dengan demikian maka penggunaan dan pengetahuan tentang Sistem Anglo Saxon akan lebih dominan mempengaruhi perkembangan akuntansi di Indonesia.

     Adapun perbedaan antara Sistem Kontinental dan Sistem Anglo Saxon adalah :


Obyek Perubahan     Sistem Kontinental                      Sistem Anglo Saxon
1. Buku harian             Klasifikasi ( pengelompokan )         Klasifikasi (pengelompokkan)
                                   atas debet/kredit belum terinci       atas debit /kredit sudah terinci

2. Akun buku besar :
    a. Penyusutan         Penyusutan menggunakan perkiraan  Penyusutan menggunakan Akun
                                  perkiraan -perkiraan cadangan         beban penyusutan dan dicatat
                                 dan dicatat di sisi Kredit                   disisi Debet

    b. Perkiraan         Menggunakan perkiraan campuran    Tidak menggunakan perkiraan
        campuran                                                                 campuran

    c. Prive               Terdapat penyetoran Prive                 Tidak terdapat penyetoran prive

3. Neraca Lajur     Arsip disimpan sebagai dokumen       Arsip tidak disimpan karena
                                                                                      sebagia alat bantu saja

4. Laporan           Terdiri dari :                                       Terdiri dari  :
    keuangan        a. Neraca                                            a. Neraca
                          b. Laporan Laba/ Rugi                         b. Laporan Laba/Rugi
                            ( Laporan ikhtisar Laba/Rugi )            c. Laporan Perubahan Modal
                          c. Laporan Perubahan Modal              d. Laporan Arus Kas
                                                                                     e. Laporan Dana
                                                                                     f. Catatan atas Laporan keuangan


2. PENGERTIAN AKUNTANSI


    Ada beberapa pengertian tentang definisi Akuntansi yang dikemukan para ahli antara lain :

  • Menurut American Institute Of Certified Public Accountans ( AICPA ) menyebutkan : bahwa Akuntansi adalah : Suatu seni pencatatan, pengelompokan dan pengikhtisaran menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang , atas segala transaksi dan kejadian yang sedikitnya bersifat keuangan dan kemudian menafsirkan hasilnya.( Accounting is the art of recording, classifying, and summarizing in a significant manner and in terms of money, transactions and events which are, in part at least, of a financial character and interpreting the result there of )
  • Menurut American Accounting Association ( AAA ) menyebutkan : bahwa Akuntansi adalah : Proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
  • Akuntansi merupakan proses identifikasi ( Identifying ), pencatatan ( Recording ),  dan komunikasi  ( Communicating ) terhadap transaksi ekonomi dari suatu Entitas ekonomi.

         Transaksi adalah ; Suatu keadaan atau peristiwa yang dapat dinyatakan dengan nilai uang. seperti pembayaran utang, penagihan piutang, pembelian barang dagangan, penjualan mesin dan sebagainya.
Pencatatan hendaknya dilakukan dengan berpedoman pada prinsip- prinsip sebagai berikut :
  • Berdasarkan sumber atau dokumen yang nyata, seperti faktur, kwitansi, nota dan lain-lain
  • Untuk mencegah kelalaian , pencatatan hendaknya dikerjakan pada hari terjadinya transaksi tersebut
  • Demi kemudahan dalam penyajiannya jika sewaktu-waktu diperlukan pencatatan hendaknya diusahakan serapih mungkin

    3. TUJUAN AKUNTANSI

                   Dalam proses akuntansi, akan dihasilkan sebuah laporan yang biasa disebut Laporan keuangan. Dengan demikian maka Salah satu dari tujuan Akuntansi adalah menyediakan informasi yang menyangkut tentang posisi keuangan, kinerja perusahaan, serta perubahan mengenai posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan suatu keputusan ekonomi.



    4. KEGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI

                   Informasi akuntansi bahan dasarnya adalah transaksi dan kejadian suatu unit ekonomi baik pada perusahaan perseorangan, persekutuan, perseroan maupun koperasi.


    Adapun kegunaan umum atas informasi akuntansi berdasarkan pada pengertian akuntansi oleh AAA adalah sebagai berikut :


    1. Untuk mendapatkan informasi ekonomi sebagai bahan penyusunan perencanaan kegiatan perusahaan ke
        depan
    2. Sebagai alat untuk pengendalian operasionalisasi perusahaan
    3. Untuk mengetahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun
    4. Sebagai dasar untuk pembuatan keputusan bagi pihak manajemen perusahaan
    5. Untuk memberikan pertanggung jawaban kepada pihak ektern perusahaan ( pemilik, kreditur, 
         pemerintah,  karyawan ) agar mereka dapat mengambil keputusan masing-masing dengan benar.



    5. KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI

                 Bagaimana agar para pemakai informasi bisa menentukan kualitas informasi yang dibutuhkan , apakah ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar informasi akuntansi berkualitas baik.

    Untuk menghasilkan agar informasi akuntansi berkualitas maka harus memenuhi beberapa syarat antara lain :

    a. Dapat dipahami
        Untuk syarat ini maka para pemakai diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup tentang aktivitas
        ekonomi dan bisnis akuntansi serta kemampuan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang
        wajar.

    b. Relevan
        Agar bermanfaat informasi hendaknya relevan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai dalam proses
        pengambilan keputusan.

    c. Material
        Suatu informasi dipandang material kalau kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat
        informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil dari laporan keuangan.

    d. Keandalan
        Agar bermanfaat, informasi juga harus andal yang berarti bebas dari pengertian yang menyesatkan seperti
        kesalahan material dan dapat diandalkan pemakai sebagai penyajian yang tulus dan jujur.

    e. Penyajian jujur
        Agar dapat diandalkan, informasi harus menggambarkan dengan jujur atas transaksi serta peristiwa     
         lainnya,   misalnya neraca harus menggambarkan secara jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam
         bentuk   aktiva, kewajiban serta Ekuitas perusahaan pada tanggal pelaporan.

    f. Substansif
       Dalam melihat suatu transaksi tertentu yang diutamakan adalah substansi dari transaksi atau peristiwa
       tersebut. Transaksi serta peristiwa lain tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan
       realitas ekonomi bukan hanya bentuk hukumnya.

    g. Netralitas
        Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan tidak bergantung pada kebutuhan dan
        keinginan pihak tertentu. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang hanya menguntungkan
        beberapa  pihak saja.

    h. Pertimbangan sehat
        Penyusunan laporan keuangan adakalanya menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu,
       seperti ketertagihan piutang yang diragukan, terhadap ketidak pastian tesebut dapat diakui dengan
       mengungkapkan sebuah kalimat serta tingkatannya dengan menggunakan pertimbangan sehat dalam
       penyusunan laporan keuangan.

    i. Kelengkapan
       Informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya

    j. Dapat dibandingkan 
       Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar satu periode dengan periode
      berikutnya agar dapat  mengidentifikasikan mengenai kecendrungan posisi dan kinerja keuangan perusahaan.

    k. Tepat waktu
         Informasi harus disampaikan sedini mungkin, untuk dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan
         keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut


    6. PEMAKAI INFORMASI AKUNTANSI

                  Tujuan utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi data ekonomis suatu perusahaan, melalui laporan keuangan ( financial statement ) kepada pihak-pihak yang membutuhkannya.

    Adapun pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan adalah sebagai berikut :

    a. Pihak Intern Perusahaan

        Pihak intern yaitu pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab untuk menjalankan perusahaan.
    Adapun kegunaan laporan keuangan bagi pimpinan perusahaan adalah :
    • untuk mengetahui seberapa besar hasil yang telah dicapai
    • untuk mengetahui apakah kegiatannya sesuai dengan rencana dan tujuan perusahaan
    • untuk menyusun rencana keuangan dalam upaya meningkatkan keuntungan /laba perusahaan
    b. Pihak Ektern Perusahaan

        Pihak ektern perusahaan sebagai pemakai informasi terdiri dari; pemilik, calon pemilik, kreditur,calon kreditur, badan pemerintah, pegawai/karyawan serta serikat buruh dan masyarakat.

    Pemilik membutuhkan laporan keuangan antara lain untuk :
    • mengetahui perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu dalam usahanya untuk memperoleh keuntungan
    • mengetahui posisi keuangan perusahaan setiap periode
    • mengetahui prospek perusahaan dimasa yang akan datang
    Sementara bagi calon pemilik adalah untuk :
    • menilai apakah modal yang akan di investasikan tersebut bisa menguntungkan atau tidak
    • menilai apakah pimpinan perusahaan tersebut mampu mengendalikan perusahaaan atau tidak   
    Adapun untuk Kreditur/Investor dan calon Investor adalah untuk :
    • untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian kredit
    • untuk digunakan dalam memantau kondisi dan perkembangan keuangan perusahaan agar senantiasa terlindungi atas kepentingan mereka di perusahaan
    Sementara itu bagi badan-badan pemerintah adalah untuk :
    • mengawasi pelaksanaan pemberian gaji karyawan dan upah buruh
    • mengawasi pelaksanaan penggunaan jam kerja perusahaan
    • sebagai sumber data statistik untuk menetapkan kebijakan pemerintah mendatang 
    Adapun bagi Karyawan atau buruh adalah untuk :
    • untuk mengetahui keadaan perusahaan karena mereka berkepentingan atas kelangsungan hidup perusahaannya dan jaminan sosial yang mereka harapkan.
    • untuk meniali terhadap kondisi dan prospek perkembangan perusahaan sebagai sumber mencari nafkah yang erat kaitannya dengan jaminan kerja mereka.
    • sebagai bahan untuk pertimbangan dalam melakukan perjanjian kerja dengan pimpinan perusahaan mengenai penentuan besarnya upah, kondisi kerja yang diharapkan, serta jaminan sosial dan lain-lain.
    Bagi masyarakat sendiri informasi keuangan diperlukan untuk :
    • Perusahaan dapat memberikan sumbangan berarti bagi perekonomian nasional termasuk didalamnya penyedian lapangan kerja dan perlindungan terhadap investor domistik
    • dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi mengenai kecendrungan dan perkembangan terakhir atas kemakmuran beserta rangkaian kegiatan perusahaan

    7. BIDANG-BIDANG AKUNTANSI

                   Spesialisasi dalam akuntansi merupaka akibat dari perkembangan dan kompleksnya perusahaan. demikian juga dibidang teknologi dan semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi, maka akan menuntut dan merupakan suatu keharusan bagi akuntan untuk terus memperoleh keahlian yang tinggi dalam berbagai spesialisasi tertentu.

    Menurut manfaat pemakainya maka Akuntansi bisa dikelompokkan menjadi sebagai berikut  :

    a. Akuntansi Keuangan ( Financial Accounting )
        adalah akuntansi yang membahas bagaimana cara mencatat transaksi perusahaan atau unit ekonomi
        sekaligus  menyiapkan laporan keuangan secara berkala.

    b. Akuntansi Manajemen ( Management Accounting )
        adalah bidang akuntansi yang mempergunakan data historis maupun data taksiran ( prospective ) untuk
       membantu pihak manajemen perusahaan baik dalam kejadian sehari-hari maupun dalam menyusun
       perencanaan kegiatan dimasa datang.

    c. Sistem Akuntansi ( Accounting System )
        adalah bidang akuntansi yang khusus berhubungan dengan perencanaan dan penciptaan prosedur
        akuntansi dan peralatannya serta menentukan langkah-langkah pengumpulan data dan pelaporan data
        keuangan suatu perusahaan

    d. Pemeriksaan Akuntansi ( Auditing )
        adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan bebas atas akuntansi umum yang biasanya
        dikerjakan oleh akuntan publik

    e. Akuntansi Biaya ( Cost Accounting )
        adalah bidang akuntansi yang menekankan dalam penetapan biaya  atas biaya pembuatan suatu barang
        produksi. Dimana salah satu fungsinya adalah mengumpulkan dan menganalisa data biaya baik yang telah
        terjadi maupun yang belum terjadi yang digunakan sebagai alat kontrol bagi pihak manajemen.

    f. Akuntansi Perpajakan ( Tax Accounting )
       adalah bidang akuntansi yang khusus mempersiapkan penyusunan Surat Pemberitahunan Pajak ( SPT ) dan
       konsekwensi pajak yang mungkin terjadi atas segala transaksi perusahaan.


    g. Akuntansi Anggaran ( Budgetary Accounting )
       adalah bidang akuntansi yang khusus menyajikan perencanaan keuangan mengenai kegiatan perusahaan
       untuk periode tertentu.

    h. Akuntansi Pemerintah ( Govermental Accounting )
        adalah bidang akuntansi yang mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi
        yang terjadi dalam bidang politik seperti negara maupun daerah.

    i. Akuntansi Sosial ( Social Accounting )
       adalah bidang akuntansi yang mempelajari efek sosial yang terjadi akibat kemajuan dibidang dunia usaha
       misal mengukur pola lalu lintas dalam suatu kota yang padat penduduknya dan menentukan penggunaan
       dana dibidang pengangkutan yang efesien dll

    j. Akuntansi Pendidikan ( Education Accounting )
       adalah bidang akuntansi yang khusus berkecimpung dibidang pendidikan atau penyebaran pendidikan
       akuntansi pada masyarakat.


    8. PROFESI AKUNTANSI

                 Dengan berkembangnya jumlah, jenis dan kompleknya kegiatan perusahaan serta cepatnya perubahan dalam Sistem perpajakan yang baru, maka bidang akuntansi pun mengalami perkembangan yang tentunya akibat berikutnya adalah akan mengarah pada berkembangnya Profesi akuntan. Akuntan adalah suatu profesi dibidang akuntansi yang bobotnya dapat disamakan dengan bidang pekerjaan yang lain seperti dokter, ahli hukum, notaris dan lain-lain.

        Dilihat dari kedudukannya maka profesi akuntan dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut :

    1. Akuntan Publik

        adalah Akuntan independen yang memberikan jasanya untuk perusahaan yang membutuhkan dengan
        menerima pembayaran sebagai imbalan ( Fee / Honorarium ) atas pekerjaan yang dilakukannya tersebut.

       Adapun jasa-jasa yang bisa diberikan oleh akuntan publik antara lain :
    • jasa pemeriksaan atas kewajaran suatu laporan keuangan perusahaan
    • jasa penyusunan sistem akuntansi perusahaan
    • jasa perpajakan
    • jasa penyusunan atas laporan keuangan dalam rangka pengajuan kredit
    • jasa konsultasi manajemen perusahaan 
    2. Akuntan Internal

        adalah Akuntan yang bekerja di dalam suatu perusahaan atau suatu organisasi biasanya disebut Akuntan  
       perusahaan.misal kabag. akuntansi, wakil direktur keuangan ,oleh karenanya mereka ini mendapatkan
       pendapatannya dari gaji yang dibayarkan oleh perusahaan.

      Adapun jasa-jasa yang dapat diberikan oleh akuntan intern adalah sebagai berikut :
    • mengerjakan kegiatan proses akuntansi perusahaan bersama pembantunya
    • menyusun laporan keuangan baik untuk intern maupun untuk ektern perusahaan
    • menyelesaikan masalah perpajakan perusahaan
    • menyusun sistem akuntansi perusahaan
    • mengadakan pemeriksaan akuntansi secara berkala
    3. Akuntan Pemerintah

        adalah Akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintahan seperti di BUMN, BPK, BPKP,
        Dirjen Perpajakan, dan Departemen Pemerintah lainnya. Karena sebagai pegawai negeri maka
        pendapatan  mereka biasanya berupa gaji.

       Adapun tugas akuntan pemerintah antara lain :
    • menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja Negara ( APBN ) 
    • mengadakan pemeriksaan intern pada perusahaan milik Negara
    • mengadakan pemeriksaan keuangan pada lembaga-lembaga Pemerintah ( bagi akuntan BPKP )
    4. Akuntan Pendidik

        adalah Akuntan yang bekerja dibidang pendidikan, yang bertugas untuk memajukan pendidikan
        akuntansi.misal Dosen di sebuah Perguruan tinggi Negeri maupun Swasta , oleh karena sebagai pegawai
        maka pendapatannya biasanya berupa gaji.

        Adapun tugas akuntan pendidik antara lain :
    • memberikan pengajaran akuntansi
    • menyusun kurikulum pendidikan akuntansi
    • melakukan penelitan dibidang akuntansi

    9. JENIS-JENIS PERUSAHAAN

    •     Menurut kegiatan usahanya perusahaan dapat dikelompokkan menjadi :
     a. Perusahaan jasa 
             adalah Perusahaan yang menjual jasanya kepada para konsumen.

     b. Perusahaan dagang
             adalahPerusahaan yang menjual barang kepada pihak lain tetapi tidak memproduksi sendiri.

      c. Perusahaan industri
            adalah Perusahaan yang mengolah bahan baku hingga menjadi barang setengah jadi dan barang jadi (
           melakukan produksi ).

    •    Menurut hukumnya maka perusahaan dikelompokkan menjadi :
    a. Perusahaan Perseorangan
        adalah Perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh seseorang/ satu orang.

    b. Perusahaan Firma
        adalah Perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh beberapa orang dimana mereka merupakan suatu
        persekutuan .

    c. Perusahaan Komanditer
        adalah Suatu perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh beberapa orang dimana mereka adalah suatu
        anggota persekutuan

    d. Perseroan Terbatas
        adalah Perusahaan yang modalnya terbagi atas beberapa saham yang dimiliki oleh lebih dari satu orang

    e. Koperasi 
        adalah Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan-badan
       hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai suatu usaha bersama atas dasar
       kekeluargaan.

    f. Perusahaan Negara
       adalah Perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh negara dan dikelola oleh negara dan dikelola untuk sebesar
        -besarnya kemakmuran rakyat.

    g. Yayasan
        adalah Suatu organisasi Sosial / Keagamaan yang sahamnya dimiliki oleh satu kelompok/yayasan dan
         biasanya organisasi nirlaba.


    10. DASAR HUKUM AKUNTANSI

          Kewajiban melaksanakan penyelenggaraan pembukuan bagi perusahaan di indonesia diatur melalui ;
    • pasal 6 KUHD
    • pasal 28 UU  No. 6/1983
    • pasal 13 UU  No. 7/ 1983
    • pasal  6   UU No. 8/1983
    a. Pasal 6 KUHD

    ayat  1   ; Barang siapa menyelenggarakan perusahaan wajib tentang kekayaan dan semua hal, yang berhubungan dengan perusahaannya, menurut syarat-syarat perusahaannya mengadakan pencatatan demikian, sehingga sewaktu-waktu dari catatan yang diadakan dapat diketahui hak-hak dan kewajiban-kewajibannya.
    ayat  2 ; Ia wajib saben tahun, dalam enam bulan pertama dari tiap tahun, menurut syarat-syarat perusahaannya ,membuat neraca dan ditandatangani sendiri.
    ayat  4   ; Ia wajib menyiapkan buku-buku dan surat-surat bukti, dimana ia mengadakan pencatatan seperti termaktub dalam ayat pertama, juga neraca untuk selama tiga puluh tahun , surat-surat dan surat-surat kawat yang selama sepuluh tahun.

    b. Pasal 28   UU No. 6/1983

    ayat    1       ; Orang atau badan yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas di Indonesia harus mengadakan pembukuan yang dapat menyajikan keterangan -keterangan yang cukup untuk menghitung penghasilan kena pajak atau harga perolehan dan penyerahan barang dan jasa, guna perhitungan jumlah pajak terhutang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
    ayat   4      ; Pembukuan sekurang-kurangnya terdiri dari catatan yang dikerjakan secara  teratur tentang keadaan kas dan bank, daftar hutang-pihutang, dan daftar persediaan barang, dan pada setiap tahun pajak berakhir wajib pajak harus menutup pembukuannya dengan membuat neraca dan perhitungan rugi-laba berdasarkan prinsip pembukuan yang taat azaz ( konsistensi ) dengan tahun sebelumnya.
    ayat   6     ; Pembukuan atau pencatatan dan dokumen yang menjadi dasarnya serta dokumen lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas wajib pajak harus disimpan selama sepuluh tahun.

    c. Pasal 13 UU No. 7 /1983

    ayat    1      ; Wajib pajak dalam negeri yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas, wajib menyelenggarakan pembukuan di Indonesia, sehingga dari pembukuan tersebut dapat dihitung besarnya penghasilan kena pajak.
    ayat    2      ; Pada setiap tahun pajak berakhir, wajib pajak menutup pembukuannya dengan membuat neraca dan perhitungan rugi-laba berdasarkan prinsip pembukuan yang taat azaz ( konsistensi ) dengan tahun sebelumnya.

    d. Pasal 6 UU No. 8 / 1983

    ayat    1     ; Setiap pengusaha kena pajak diwajibkan mencatat semua jumlah harga perolehan dan penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak dalam pembukuan perusahaan
    ayat     2      ; Pada catatan dalam pembukuan itu harus dicantumkan secara terpisah dan jelas, jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa yang terhutang pajak. yang tidak terhutang pajak, yang dikenakan tarif 0%, dan yang dikenakan pajak penjualan mewah

            Dari bunyi pasal dalam UU tersebut, bahwa setiap Perusahaan yang ada di Indonesia diwajib kan untuk menyelenggarakan kegiatan pembukuan pada setiap tahun pembukuan.

    Adapun manfaat penyelenggaraan pembukuan antara lain :
    • Dapat mengetahui dengan tepat besarnya laba dari setiap kegiatan usahanya
    • Mudah untuk mengetahui tentang maju mundurnya perusahaan
    • Dapat dijadikan sebagai dasar yang kuat sebagai bahan pembuktian di hadapan pengadilan bila terjadi kasus-kasus hukum di pengadilan
    Ketentuan-ketentuan pembukuan menurut UU perpajakan adalah sebagai berikut :

    1. Minimal terdiri dari catatan tentang ;
    • Keadaan kas dan bank
    • Daftar hutang -pihutang
    • Daftar persediaan barang
    • Dikerjakan secara teratur dan terus-menerus berdasarkan pada azaz kepatutan ( konsistensi ) dengan tahun sebelumnya.
    2. Setiap akhir tahun pajak, pembukuan ditutup dengan membuat neraca dan daftar rugi-laba
    3. Dokumen-dokumen pembukaun harus disimpan selama 10 tahun lamanya

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar